Hasil laporan evaluasi kinerja  Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kota Samarinda  menun jukkan tren positif, apalagi  salah satu BUMD yakni PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda sudah  dapat berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menyetor 2 Milyar ke Pemerintah Kota Samarinda.Hal ini seperti yang disampaikan Alimudin,ST Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda seusai melakukan Penandatanganan Kerjasama MOu penibgkatan pelayanan dengan  Suwandi S.E. MM  Kepala Kantor Pos Samarinda   di ruang kerjanya 23/5/18.
"Alhamdulillah kemarin ,Selasa 22/5/18 kami sudah menyetor PAD ke Pemkot Samarinda, ini wujud kinerja kami makin meningkat sehingga sudah bisa setor PAD," kata Alimudin,ST Direktur Utama didampingi H Yusriansyah,SE Direktur Bidang Umum dan Keuangan.
Jumlah kontribusi 2 Mikyar yang di setor ke Pemerintah Kota Samarinda merupakan  kewajiban  PDAM yang sudah dilaksanakan sesuai Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Khususnya pasal 336 ayat 3  yang menyebutkan laba yang diperoleh Perusda yang akan di setorkan ke Pemerintah bergantung Kepala Daerah.
"Kami akan menyetor PAD lagi di bulan Juli 2018 sebesar 2.5 Milyar dan di bulan September 2018 sebesar 2,5 Milyar ," terangnya.
Saat ini layanan PDAM sudah mencapai 97 persen sesuai laporan triwulan 1 tahun 2018 dengan jumlah pelanggan sekitar 151.399 pelanggan. Target tahun 2019 pelayanan busa mencapai 100 persen bisa terlayani seluruh wilayah kota Samarinda.
 "Insya Allah tercapai sisa 3 Persen ditahun 2019, kami terus kembangkan jaringan pipa. Disamping itu untuk wilayah yang susah dijangkau perpipaan sudah diprogramkan non perpipaan. Dengan menyebar Hidran Umum atau Tandon yang akan kami suplay dengan Armada mobil Tangki " jelasnya.
 Alimudin meyakini target 3 persen bisa tercapai seauai program kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyan (KemenPUPR), dimana setiap penyelenggara air bersih wajib mencakupi layanan 100-0-100 tahun 2019.
"Sudah kami jalankan programnya dan yakin layanan 100 persen layanan air  bersih, 0 lingkungan kumuh dan 100 persen sanitasi di tahun 2019," tutur Alimudin.