infoSejarah

Pada tahun 1932 :
Pemerintahan Belanda membangun satu sistem pengolahan air minum dan satu intake dengan kapasitas 10 l/det.

Tahun 1975 - 1985 :
Cipta Karya merehabilitasi Intake Teluk Lerong Ulu, membangun instalasi Pengolahan dengan kapasitas  50 l/det dan rehabilitasi IPA peninggalan Belanda menjadi 20 l/det. Pemanfaatan ex kolam renang Kinibalu menjadi instalasi pengolahan air dengan kapasitas 30 l/det dengan dana PDAM sendiri.
Pinjaman dari IBRD (Bank Dunia) sebesar ± Rp. 3 Milyar, untuk melaksanakan Proyek Air Minum Samarinda Phase I Tahap I dengan membuat 2 buah instalasi air minum yaitu IPA Cendana kapasitas 160 l/det  dan IPA Samarinda Seberang 40 l/det, sehingga total kapasitas menjadi 300 l/det.

Tahun 1986 - 1995 :
Peningkatan kapasitas IPA Cendana dari 160 l/det menjadi 300 l/det dan IPA Tirta Kencana dari 100 l/det menjadi 160 l/det dengan pendanaan dari pinjaman PRJ 01 dan RDA - 06 sebesar ± Rp 2,9 Milyar. sehingga total kapasitas menjadi 500 l/det. PSPAB Samarinda melimpahkan pengelolaan IKK  Palaran dengan kapasitas 2,5 l/dtk dan IKK Lempake selanjutnya disebut IPA Lempake dengan kapasitas 2,5 l/det.
IKK Makroman dengan kapasitas 5 l/dt (saat ini IPA Makroman sudah tidak berfungsi lagi dikarenakan air baku/sumur bor tidak ada airnya). Peningkatan kapasitas IPA Tirta Kencana dari total kapasitas 160 l/det menjadi 360 l/det : dan IPA Samarinda Seberang dari 40 l/det menjadi 100 l/det, sehingga total kapasitas menjadi 767,5 l/det.

Tahun 1996 - 2002 :
Pembangunan IPA Selili berkapasitas 100 l/det : dengan dana dari PDAM sendiri ± Rp 6,34 Milyar, serta penambahan kapasitas IPA Palaran menjadi 17,5 l/dt dan pembuatan IPA Bengkuring kapasitas 12,5 l/dt dengan dana hibah pemerintah pusat. Total kapasitas pada tahun ini menjadi 897,5 l/det.
Pembangunan IPA Selili berkapasitas 100 l/det : dengan dana dari PDAM sendiri ± Rp 6,34 Milyar, serta penambahan kapasitas IPA Palaran menjadi 17,5 l/dt dan pembuatan IPA Bengkuring kapasitas 12,5 l/dt dengan dana hibah pemerintah pusat. Total kapasitas pada tahun ini menjadi 897,5 l/det.

Tahun 2003 - 2011  :
Modifikasi IPA 2 Unit I Cendana dari 200 l/dt menjadi 300 l/dt. Pembangunan IPA Bendang dengan sistem Build Operating & Transfer (BOT) dengan kapasitas 400 l/dt. Dan bantuan dari lembaga nasional melalui  BNI 46 untuk IPA Lempake dan Bengkuring masing-masing 10 l/dt dan  bantuan pemerintah pusat (Kimpraswil) pembangunan IPA Pulau Atas 20 l/dt, serta pembangunan IPA Gunung Lipan 200 L/dt.

Tahun 2011  :
Pembangunan IPA Loa Bakung 250 l/dt bantuan dari Pemerintah Kota Samarinda.Sehingga  total kapasitas hingga saat ini menjadi 2135 l/dt.